SEJARAH MAULID RASULULLAH MUHAMMAD SAW


SEJARAH MAULID RASULULLAH MUHAMMAD SAW
Assalamu alaikum,,,,

Tradisi Maulid bukanlah wajib bukan pulah sunnah,dan tidak perna juga di temui di saman para sahabat Rasulullah SAW.Teradisi maulid justru di temui 500 tahun setelah Rasulullah SAW wafat,tepatnya pada tahun 500 hijriah,pada waktu pemerintahan Sahaluddin Al-Ayyubi.

Salah-satuh cita-cita Sultan Al-Aayyubi adalah merebut kembali Baitul Maqdis(Yerussalem) dari tangan pasukan salib.Untuk mewujudkan cita-citanya Sultan Al-Ayyubi melakukan perogram jangka panjang,diantaranya dengan mencetuskan teradisi Maulid Rasulullah SAW,karna meman pada waktu itu Islam di jasira Arab terpecah belah dalam berbagai kerajaan,selaing itu Umat Islam pada waktu itu tenggelam dalam karam kemewahan dan mereka saling membanggakan golongannya sendiri,sehingga mereka seakankan lupa terhadap Yerussalem yang telah di kuasai oleh pasukan Salib.
Dengan teradisi Maulid ini di harapkan menumbuhkan semangat keislaman yang selamah ini seakan-akan telah terkikis oleh perasaan Nasionalisme terhadap golongan(bangsa) mereka sendiri,selaing itu dengan perayaan maulid ini di harapkan Umat Islam kembali kedasar ajaran Islam yang murni sebagaimana di saman Rasulullah SAW,selaing itu Al-Ayyubi pun melakukan penundukan terhadap kekuasaan bani Fatima yang bermashab Syiah yang menguasai Mesir,dan beberapa kerajaan lainnya di jasira Arab,setelah Sultan Al-Ayyubi berhasil menyatuhkan Jasira Arab,Sultan Al-Ayyubi melakukan penyerangan ke Yerussalem,setelah lebi dahulu pasukan Salib melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap kafila Islam yang di dalamnya saudara perempuan sultan Al-Ayyubi di bunuh.
Di dalam penyerangan tersebut Sultan Al-Ayyubi membawa puluhan ribu pasukan Muslim.Satu-persatu daerah Yerussalem di luar kota dapat di kuasai dengan mudah,hingga akhirnya tibalah saat yg paling menentukan,yaitu merebut benteng utama pasukan salib di pusat kota Yerussalem.Setelah peryempuran berlangsung hampir satu bulan ,akhirnya dinding benteng Yerussalem bisa di jebol oleh kaum Muslimin.
Di saat itulah kaum nasrani bertanya-tanya di dalam hati mereka,apakah yang akan di lakukan pasukan Al-Ayyubi terhadap mereka,mengingat kebiadaban perang yang tela mereka lakukan terhadap Kaum Muslimin 80 tahun yang laluh,,apakah Kaum Muslimin akan membalas dendam.Akhirnya mereka begitu tercengan ketika Panglima Al-Ayyubi mengatakan kalian telah ,bahkan raja ingris sendiri harus merasa maluh ketika rakyat mereka yg telah kalah di Yerussalem dikawal dengan pengawalan penuh uuk kr menuju tanah Keristen

Itulah sekilas sejarah teradisi Maulid Rasululw SAW,,,,kita Umat Islam di Indonesiah hampir setiap tahun melakukan peraya Maulid,tapi yang mengherankan kita tidak perna berusaha bangkit untuk berjuang melawan tekanan tekanan pasukan salibis nasrani dan sionis Yahudi yg selaluh berusaha menghancurkan Islam,sehingga seharusnyalah mungkit kita merasah malu yg selaluh bersesemangat dalam perayaan ini,tetapi menghianatimisi-misi suci yang terkandung di dalamnya,sehingga kita saat sekarang ini Umat Islam Indonesia hanyalah budak2 salibis dan sionis
Salammm,,,,,.

PERANG MU’TA


Assalamu alaikum wr wb.
Perang Mu’tah – 3000 Pasukan Muslim
Melawan 200.000 Pasukan RomawiPERTEMPURAN paling heroik dan dahsyat yang dialami umat Islam di era awal perkembangan Islam adalah saat mereka yang hanya berkekuatan 3000 orang melawan pasukan terkuat di muka bumi saat itu, Pasukan Romawi dengan kaisarnya Heraclius yang membawa pasukan sebanyak 200.000. Pasukan super besar tersebut merupakan pasukan aliansi antara kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab sekitar dataran Syam, jajahan Romawi. Perang terjadi di daerah Mu’tah –sehingga sejarawan menyebutnya perang Mu’tah (sekitar yordania sekarang), pada tanggal 5 Jumadil Awal tahun 8 H atau tahun 629 M. LATAR BELAKANG PEPERANGAN Penyebab perang Mu’tah ini bermula ketika Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam mengirim utusan bernama al-Harits bin Umair al-‘Azdi yang akan dikirim ke penguasa Bashra. Di tengah perjalanan, utusan itu ditangkap Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani dari bani Gasshaniyah (daerah jajahan romawi) dan dibawa ke hadapan kaisar Romawi Heraclius. Setelah itu kepalanya dipenggal. Pelecehan dan pembunuhan utusan negara termasuk menyalahi aturan politik dunia. Membunuh utusan sama saja ajakan untuk berperang. Hal inilah yang membuat beliau marah. Mendengar utusan damainya dibunuh, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam sangat sedih. Setelah sebelumnya berunding dengan para Sahabat, lalu diutuslah pasukan muslimin untuk berangkat ke daerah Syam. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam
sadar melawan penguasa Bushra berarti juga melawan pasukan Romawi yang notabene adalah pasukan terbesar dan terkuat di muka bumi ketika itu.
Namun ini harus dilakukan karena bisa saja suatu saat pasukan lawan akan menyerang Madinah. Kelak pertempuran ini adalah awal dari pertempuran Arab – Bizantium. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata “Pasukan ini dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, bila ia gugur komando dipegang oleh Jakfar bin Abu Thalib, bila gugur pula panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah –saat itu beliau meneteskan air mata- selanjutnya bendera itu dipegang oleh seorang ‘pedang Allah’ dan Akhirnya Allah Subhânahu wata‘âlâ memberikan kemenangan. (HR. al-Bukhari) Ketika pasukan tentera ini berangkat Khalid bin’l- Walid secara sukarela juga ikut menggabungkan diri. Dengan keikhlasan dan kesanggupannya dalam perang hendak memperlihatkan itikad baiknya sebagai orang Islam. Masyarakat ramai mengucapkan selamat jalan kepada komandan- komandan beserta pasukannya itu, dan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam juga turut mengantarkan mereka sampai ke luar kota, dengan memberikan pesan kepada mereka: Jangan membunuh wanita, bayi, orang-orang buta atau anak- anak, jangan menghancurkan rumah-rumah atau menebangi pohon-pohon. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam mendoakan dan kaum Muslimin juga turut mendoakan dengan berkata: Allah menyertai dan melindungi kamu sekalian. Semoga kembali dengan selamat. Komandan pasukan itu semua merencanakan hendak menyergap pihak Syam secara tiba-tiba, seperti yang biasa dilakukan dalam ekspedisi-ekspedisi yang sudah-sudah. Dengan demikian kemenangan akan diperoleh lebih cepat dan kembali dengan membawa kemenangan. Mereka berangkat sampai di Ma’an di bilangan Syam dengan tidak mereka ketahui apa yang akan mereka hadapi di sana. JALANNYA PEPERANGANKaum Muslimin bergerak meninggalkan Madinah. Musuh pun mendengar keberangkatan mereka. Dipersiapkanlah pasukan super besar guna menghadapi kekuatan kaum Muslimin. Heraclius mengerahkan lebih dari 100.000 tentara Romawi sedangkan Syurahbil bin ‘Amr mengerahkan 100.000 tentara yang terdiri dari kabilah Lakham, Juzdan, Qain dan Bahra‘. Kedua pasukan bergabung. Mendengar kekuatan musuh yang begitu besar, kaum Muslimin berhenti selama dua malam di daerah bernama Mu’an guna merundingkan apa langkah yang akan diambil. Beberapa orang berpendapat, “Sebaiknya kita menulis surat kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, melaporkan kekuatan musuh. Mungkin beliau akan menambah kekuatan kita dengan pasukan yang lebih besar lagi, atau memerintahkan sesuatu yang harus kita lakukan.” Tetapi Abdullah bin Rawahah tidak menyetujui pendapat tersebut. Bahkan ia mengobarkan semangat pasukan dengan ucapan berapi-api: “Demi Allah Subhânahu wata‘âlâ, sesungguhnya apa yang kalian tidak sukai ini adalah sesuatu yang kalian keluar mencarinya, yaitu syahid (gugur di medan perang). Kita tidak berperang karena jumlah pasukan atau besarnya kekuatan. Kita berjuang semata-mata untuk agama ini yang Allah Subhânahu wata‘âlâ telah memuliakan kita dengannya. Majulah! Hanya ada salah satu dari dua kebaikan; menang atau gugur (syahid) di medan perang.” Lalu mereka mengatakan, “ Demi Allah, Ibnu Rawahah berkata benar.” Demikianlah, pasukan terus ke tujuannya, dengan bilangan yang jauh lebih sedikit menghadapi musuh yang berjumlah 200.000 yang berhasil dihimpun orang Romawi untuk menghadapi suatu peperangan dahsyat yang belum ada taranya pada masa sebelum itu. KEPAHLAWANAN DAN SYAHIDNYA ZAID BIN HARITSAH Sesuai perintah Rasulullah, pasukan Islam dipimpin Zaid bin Haritsah dengan bendera di tangannya. 3.000 pasukan Islam melawan 100.000 tentara Romawi jelas tak seimbang. Zaid bertempur dengan gagah berani. Sampai kemudian sebuah tombak Romawi menancap di tubuhnya. Darah segar assaabiquunal awwalun tumpah di bumi Muktah. Andaikan memiliki air mata, tanah di sana sudah menangis sejak tubuh mulia itu terjatuh. Zaid tergeletak sudah. Syahid. KEPAHLAWANAN DAN SYAHIDNYA JA’FAR BIN ABU THALIB Lalu komandan perang dipegang Ja’far bin Abu Thalib. Ja’far bertempur dengan gagah berani sambil memegang bendera pasukan. Sahabat yang tampan ini bertempur hebat di atas kudanya. Ketika pertempuran makin sengit, kudanya terkena senjata musuh. Ja’far terlempar. Ia segera kembali bertempur lagi. Sampai akhirnya, ada pasukan Romawi yang menebas tangan kanannya hingga putus. Darah suci pahlawan Islam tertumpah ke bumi. Lalu bendera dipegang tangan kanannya. Rupanya pasukan Romawi tidak rela bendera itu tetap berkibar. Tangan kanannya pun ditebas hingga putus. Kini ia kehilangan dua tangannya. Yang tersisa hanyalah sedikit lengan bagian atas. Dalam kondisi demikian, semangat beliau tidak surut, ia tetap berusaha mempertahankan bendera dengan cara memeluknya sampai beliau gugur oleh senjata lawan. Ada diantara mereka yang menyerang Ja’far dan membelah tubuhnya menjadi dua. Berdasarkan keterangan Ibnu Umar Radhiyallâhu ‘anhu, salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidak kurang 90 luka di bagian tubuh depan beliau akibat tusukan pedang dan anak panah. KEPAHLAWANAN DAN SYAHIDNYA ABDULLAH BIN RAWAHAH Ketika ia bertempur sebagai seorang prajurit, ibnu Rawahah ini menerjang ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan tanpa ragu-ragu dan perduli. Sekarang setelah menjadi panglima seluruh pasukan yang akan dimintai tanggung jawabnya atas hidup mati pasukannya, demi terlihat kehebatan tentara romawi seketika seolah terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinya. Tetapi saat itu hanya sekejap, kemudian ia membangkitkan seluruh semangat dan kekutannya dan melenyapkan semua kekhawatiran dari dirinya, sambil berseru: “Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga Tapi kenapa kulihat engkau menolak syurga …..
Wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati
Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …….
Tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini
Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati ….!” (Maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja’far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada). Jika kamu berbuat seperti keduanya, itulah ksatria sejati…..!” Ia pun maju menyerbu orang-orang Romawi dengan tabahnya. Kalau tidaklah taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menentukan, bahwa hari itu adalah saat
janjinya akan ke syurga, niscaya ia akan terus menebas musuh dengan pedangnya, hingga dapat menewaskan sejumlah besar dari mereka. Tetapi waktu keberangkatan sudah tiba, yang memberitahukan awal perjalananya pulang ke hadirat Alloh, maka naiklah ia sebagai syahid. Jasadnya jatuh terkapar, tapi rohnya yang suci dan perwira naik menghadap Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Tinggi, dan tercapailah puncak idamannya: “Hingga dikatakan, yaitu bila mereka meliwati mayatku: Wahai prajurit perang yang dipimpin Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan benar ia telah terpimpin!” “Benar engkau, ya Ibnu Rawahah….! Anda adalah seorang prajurit yang telah dipimpin oleh
Allah…..!” KABAR SYAHIDNYA PARA KOMANDAN PERANG MU’TAH SAMPAI KE RASULULLAH Selagi pertempuran sengit sedang berkecamuk di bumi Balqa’ di Syam, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam sedang duduk beserta para shahabat di Madinah sambil mempercakapkan mereka. Tiba-tiba percakapan yang berjalan dengan tenang tenteram, Nabi terdiam, kedua matanya jadi basah berkaca- kaca. Beliau mengangkatkan wajahnya dengan mengedipkan kedua matanya, untuk melepas air mata yang jatu disebabkan rasa duka dan belas kasihan … ! Seraya memandang berkeliling ke wajah para shahabatnya dengan pandangan haru, beliau berkata: “Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga ia gugur sebagai syahid. Kemudian diambil alih oleh Ja’far, dan ia bertempur pula bersamanya sampai syahid pula.”. Be!iau berdiam sebentar, lain diteruskannya ucapannya: “Kemudian panji itu dipegang oleh Abdulah bin Rawahah dan ia bertempur bersama panji itu, sampai akhirnya ia·pun syahid pula”. Kemudian Rasul diam lagi seketika, sementara mata beliau bercahaya, menyinarkan kegembiraan, ketentraman dan kerinduan, lalu katanya pula : “Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku ke syurga …” Para sahabat di sisi Rasulullah juga tidak henti- hentinya meneteskan air mata. Tangis duka. Tangis kehilangan. Kehilangan sahabat-sahabat terbaik. Kehilangan pahlawan-pahlawan pemberani. Namun bersamaan dengan tangis itu juga ada kabar gembira bagi mereka. Bahwa ketiga orang itu kini disambut para malaikat dengan penuh hormat, dijemput para bidadari, dan mendapati janji surga serta ridha Ilahi. Secara khusus kepada Ja’far bin Abu Thalib yang terbelah tubuhnya, ia dijuluki dengan Ath-Thayyar (penerbang) atau Dzul-Janahain (orang yang memiliki dua sayap) sebab Allah menganugerahinya dua sayap di surga, dan dengan sayap itu ia bisa terbang sekehendaknya. STRATEGI PERANG KHALID BIN WALID Khalid bin Walid Radhiyallâhu ‘anhu sangat sadar, tidaklah mungkin menandingi pasukan sebesar pasukan Romawi tanpa
siasat yang jitu. Ia lalu mengatur strategi, ditebarkan rasa takut ke diri musuh dengan selalu formasi pasukan setiap hari. Pasukan di barisan depan ditukar dibelakang, dan yang dibelakang berada didepan. Pasukan sayap kanan berganti posisi ke kiri begitupun sebaliknya. Tujuannya adalah agar pasukan romawi mengira pasukan muslimin mendapat bantuan tambahan pasukan baru. Khalid bin Walid memerintahkan beberapa kelompok prajurit kaum muslimin pada pagi harinya agar berjalan dari arah kejauhan menuju medan perang dengan menarik pelepah-pelepah pohon sehingga dari kejauhan terlihat seperti pasukan bantuan yg datang dengan membuat debu-debu berterbangan. Pasukan musuh yg menyaksikan peristiwa tersebut mengira bahwa pasukan muslim benar-benar mendapatkan bala bantuan. Mereka berpikir, bahwa kemarin dengan 3000 orang pasukan saja merasa kewalahan, apalagi jika datang pasukan bantuan. Karena itu, pasukan musuh merasa takut dan akhirnya mengundurkan diri dari medan pertempuran. Pasukan Islam lalu kembali ke Madinah, mereka tidak mengejar pasukan Romawi yang lari, karena dengan mundurnya pasukan Romawi berarti Islam sudah menang. HASIL PEPERANGAN Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa pertempuran ini berakhir imbang. Hal karena kedua belah pasukan sama-sama menarik mundur pasukannya yang lebih dahulu dilakukan oleh Romawi. Sedangkan Ibnu Katsir menyebutkan bahwa dalam pertempuran ini kemenangan berada di tangan Muslim. Sebenarnya tanpa ada justifikasi kemenanganpun akan diketahui ada dipihak siapa. Keberanian pasukan yang hanya berjumlah 3.000 dengan gagah berani menghadapi dan dapat mengimbangi pasukan yang sangat besar dan bersenjata lebih canggih dan lengkap cukup menjadi bukti. Bahkan jika menghitung jumlah korban dalam perang itu siapapun akan langsung mengatakan bahwa umat islam menang. Mengingat korban dari pihak muslim hanya 12 orang, (Menurut riwayat Ibnu Ishaq 8 orang, sedang dalam kitab as-Sîrah ash-Shahîhah (hal.468) 13 orang) sedangkan pasukan Romawi tercatat sekitar 20.000 orang. Perang ini adalah perang yang sangat sengit meski jumlah korban hanya sedikit dari pihak muslim. Di dalam peperangan ini Khalid Radhiyallâhu ‘anhu telah menunjukkan suatu kegigihan yang sangat mengagumkan. Imam Bukhari meriwayatkan dari Khalid sendiri bahwa ia berkata: “Dalam perang Mu‘tah, sembilan bilah pedang patah di tanganku kecuali sebilah pedang kecil dari Yaman.” Ibnu Hajar mengatakan, Hadis ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin telah banyak membunuh musuh mereka. IBRAR YANG KITA BISA AMBIL DARI PERANG MU’TAH Kita merasa berat padahal kita tidak pernah berjihad. Kita mengeluh sering pulang malam dan kecapekan karena kita tidak pernah membayangkan mobilitas para sahabat seperti Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawahah yang menempuh perjalanan beberapa pekan, lalu berperang beberapa pekan pula. Kita mengeluhkan hari libur yang tersita sehingga jarang berekreasi bersama keluarga karena kita tak pernah menempatkan diri seperti Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawahah yang setiap kali berangkat jihad mereka meninggalkan wasiat pada istri dan keluarganya. Kita mengeluh korban tenaga, kehujanan, sampai terkena flu bahkan masuk rumah sakit. Karena kita tak pernah membayangkan jika kita yang menjadi para sahabat. Bukan flu yang menyerang tetapi anak-anak panah yang menancap di badan. Bukan panas dan meriang yang datang tetapi tombak yang menghujam. Bukan batuk karena kelelahan tapi sayatan pedang yang membentuk luka dan menumpahkan darah. Kita mengeluh dengan pengeluaran sebagian kecil uang kita karena kita tidak membayangkan betapa besarnya biaya jihad para sahabat. Mulai dari membeli unta atau kuda, baju besi sampai senjata. Kita mengeluhkan masyarakat kita yang tidak juga menyambut dakwah sementara Zaid, Ja’far, dan Ibnu Rawahah bahkan tak pernah mengeluh meskipun berhadapan dengan 100.000 pasukan musuh. Kita merasa berat dan seringkali mengeluh karena kita tak memahami bahwa perjuangan Islam resikonya adalah kematian. Maka yang kita alami bukan apa-apa dibandingkan tombak yang menghujam tubuh Zaid bin Haritsah. Yang kita keluhkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sabetan pedang yang memutuskan dua tangan Ja’far bin Abu Thalib dan membelah tubuhnya. Yang kita rasa berat tidak seberapa dibandingkan luka-luka di tubuh Ibnu Rawahah yang membawanya pada kesyahidan. Lalu pantaskah kita berharap Rasulullah menangis karena kematian kita? Pantaskah kita berharap malaikat datang menyambut kita? Atau bidadari menjemput kita? Kemudian pintu surga dibukakan untuk kita? Ya Allah, jika kami memang belum pantas untuk itu semua, jangan biarkan kami mengeluh di jalan dakwah ini. Ya Allah, anugerahkanlah hidayah-Mu kepada kami, dan janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau memberi hidayah pada kami. Amin. Sumber : madinatulilmi.com, rasulullahsaw.atwiki.com , mwindriyanto.web.id

GALAKSI BIMA SAKTI


Assalmu alaikumm,,,,,,,,,,

Galaksi Bimasakti Terdapat banyak bintang, nebula, dan gugus
bintang yang bisa diamati di langit setiap
malamnya. Semua objek tersebut berada di
dalam galaksi kita. Di beberapa bagian bintang
nampak padat sehingga ketika langit cerah,
bersih dari awan, dan kondisi sekitar yang gelap, kita bisa melihat pita berwarna putih yang
memanjang dan melintasi beberapa rasi seperti
Sagittarius (arah pusat Galaksi), Scorpius,
Ophiucus, Aquila, Cassiopeia, Auriga, Crux, dan
Centaurus. Sementara di bagian yang lain tampak
celah-celah gelap yang menunjukkan adanya materi antar bintang yang tebal. Itulah (bidang)
galaksi yang kita tinggali. Bentuknya yang seperti
itu kemudian menginspirasi orang untuk
menamakannya dengan sebutan Milky Way. Kata
galaksi dan milky way itu sendiri diadaptasi dari
bahasa Yunani “galaxias” dan Latin “via lactea” dengan kata dasar lactea yang berarti
susu. Sedangkan menurut orang Indonesia,
galaksi kita diberi nama Bimasakti. Menurut salah
satu sumber dari Observatorium Bosscha,
sejarah penamaan ini berasal ketika Presiden RI
pertama, Soekarno, ditunjukkan citra galaksi oleh salah seorang astronom Indonesia. Ternyata,
Soekarno melihat salah satu bagian gelap di foto
tersebut menyerupai tokoh Bima Sakti. Namun
tidak diketahui bagian gelap mana yang
dimaksud. Galaksi Bimasakti dilihat dari Bumi (Sumber: eso Galaksi adalah tempat berkumpulnya bintang-
bintang di alam semesta. Hampir tidak ditemukan
adanya bintang yang berkelana sendiri di ruang
antar galaksi. Dan Matahari termasuk di antara
200 milyar bintang di Galaksi Bimasakti (disingkat
dengan Galaksi). Dengan asumsi bahwa rata-rata massa bintang di Galaksi adalah sebesar massa
Matahari, maka massa Galaksi dapat mencapai 2
x 10^11 massa Matahari (massa Matahari adalah
2 x 10^30 kg). Bentuk galaksi Bimasakti seperti dua buah piring
cekung yang ditangkupkan, bagian tengahnya
tebal dan semakin pipih ke arah tepi, dan
terdapat lengan-lengan spiral di dalamnya. Oleh
karena itu Galaksi kita digolongkan ke dalam
galaksi spiral. Berdasarkan klasifikasi galaksi Hubble, galaksi Bimasakti termasuk dalam kelas
SBbc. Artinya, Galaksi kita adalah galaksi spiral
yang memiliki “bar” atau palang di bagian
pusatnya, dengan kecerlangan bagian pusat
yang relatif sama dengan bagian piringan, dan
memiliki struktur lengan spiral yang agak renggang di bagian piringannya. Gambaran Galaksi Bimasakti terbaru (Sumber: N JPL-Caltech) Jika melihat gambar di atas, mungkin kita akan
berpikir bagaimana bisa kita tahu bentuk galaksi
kita sendiri sementara kita berada di dalamnya.
Caranya adalah dengan perhitungan jarak yang
akurat terhadap semua komponen penyusun
Galaksi yang dapat kita amati, yaitu bintang- bintang dan bermacam gas dan debu. Dengan
mengetahui jaraknya, kita dapat membuat
semacam denah Galaksi kita sendiri. Kalau
dianalogikan, anggaplah kita berada di sebuah
lapangan luas dengan banyak manusia yang
tersebar secara acak. Apabila kita punya pengetahuan tentang jarak kita ke setiap orang
itu, kita akan dapat membuat plot jarak secara
radial. Hasilnya adalah peta sebaran orang-orang
tersebut. Karena itulah, kita tidak perlu pergi
keluar Galaksi kita untuk melihat bentuknya. Galaksi spiral tersusun atas 3 bagian utama, yaitu
bagian bulge, halo, dan piringan. Ketiganya
memiliki bentuk, ukuran, dan objek penyusun
yang berbeda-beda. Bahkan, bagian bulge dan
piringan menjadi penentu dalam klasifikasi
galaksi yang dibuat oleh Hubble (diagram garpu tala). Bagian bulge adalah daerah di galaksi yang
kepadatan bintangnya paling tinggi. Bintang-
bintang tua lebih banyak ditemukan daripada
bintang muda, karena sangat sedikit materi
pembentuk bintang yang terdapat di sini. Bulge
ini berbentuk elipsoid seperti bola rugby. Bintang- bintang di dalamnya bergerak dengan kecepatan
tinggi dan orbit yang acak, tidak sebidang dengan
bidang galaksi. Dari perhitungan kecepatan orbit
bintang-bintang di dalamnya, diperoleh
kesimpulan bahwa terdapat sebuah benda
bermassa sangat besar yang berada di pusat Galaksi yang jauh lebih besar daripada perkiraan
sebelumnya. Benda tersebut diyakini adalah
sebuah lubang hitam supermasif, yang
diperkirakan terdapat di bagian pusat semua
galaksi spiral. Termasuk juga di galaksi
Andromeda, galaksi spiral terdekat dari Galaksi kita. Komponen kedua adalah halo. Berbentuk bola,
ukuran komponen ini sangat besar hingga jauh
membentang melingkupi bulge dan piringan,
bahkan mungkin lebih jauh daripada batas
terluar piringan galaksi yang bisa kita amati.
Objek yang menjadi penyusun halo dibagi menjadi dua kelompok, yaitu stellar halo dan
dark halo. Yang dimaksud dengan stellar halo
adalah bintang-bintang yang berada di bagian
halo. Namun hanya sedikit ditemukan bintang
individu di bagian ini. Yang lebih dominan adalah
kelompok bintang-bintang tua yang jumlah bintang anggotanya mencapai jutaan buah, yang
disebut dengan gugus bola (globular cluster). Di bagian piringan terdapat bintang-bintang muda
serta gas dan debu antar bintang yang terletak di
lengan spiral. Banyak ditemukannya bintang
muda dan gas antar bintang sangat berkaitan
erat, karena gas adalah materi utama
pembentuk bintang. Di beberapa lokasi bahkan ditemukan bintang-bintang muda yang masih
diselimuti gas, yang menandakan bahwa
bintang-bintang tersebut baru terbentuk.
Sedangkan banyaknya debu di piringan membuat
pengamat di Bumi kesulitan untuk melakukan
pengamatan visual di sekitar bidang Galaksi, terutama ke arah pusat Galaksi (lihat gambar di
atas). Karenanya, pengamatan di sekitar bidang
Galaksi akan memberikan hasil yang lebih baik
jika dilakukan di daerah panjang gelombang
radio dan infra merah yang tidak terpengaruh
oleh debu antar bintang (lihat gambar di bawah). Galaksi Bimasakti dalam panjang gelombang i merah dekat (Sumber: NASA-LAMBDA) Seberapa besar Galaksi kita? Di bagian pusat
Galaksi, bulge hanya memiliki diameter 6 kpc dan
tebal 4 kpc (kpc = kiloparsek, 1 parsek = 3,26
tahun cahaya = 206265 SA = 3,086 x 10^13 km).
Jarak dari pusat hingga ke bagian tepi Galaksi
(jari-jari) adalah 15 kpc dengan ketebalan rata- rata sebesar 300 pc. Sedangkan Matahari berada
pada jarak 8 kpc dari pusat. Di posisi itu, Matahari
sedang bergerak mengelilingi pusat Galaksi
dengan bentuk orbit yang hampir melingkar. Laju
orbitnya adalah sekitar 250 km/detik sehingga
matahari memerlukan waktu 220 juta tahun untuk berkeliling satu kali. Jika umur matahari
adalah 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita
sudah mengorbit pusat Galaksi sebanyak 20 kali. Galaksi kita sebenarnya berada pada sebuah
kelompok galaksi yang disebut dengan Grup
Lokal, yang ukurannya mencapai 1 MPc dan
beranggotakan lebih dari 30 galaksi. Galaksi
spiral yang ada di kelompok ini hanya tiga, yaitu
Bimasakti, Andromeda, dan Triangulum. Sisanya adalah galaksi yang lebih kecil dengan bentuk
elips atau tak beraturan. Grup Lokal ini termasuk
kelompok galaksi yang dinamis. Maksudnya
adalah bahwa galaksi-galaksi di kelompok ini
mengalami interaksi gravitasi, termasuk Galaksi
kita dengan galaksi Andromeda. Interaksi tersebut diperkirakan akan mengakibatkan
terjadinya tabrakan antara Galaksi kita dengan
Andromeda dan kemudian membentuk galaksi
elips. Namun tidaklah perlu untuk terlalu
khawatir karena peristiwa tersebut baru akan
terjadi 2 milyar tahun lagi.

AHLUSUNNAH DAN SYIAH BERBEDAH


Assalamu alaikum wr wb.

Apa perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki. Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?. Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan
serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui. Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i. Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan- perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul. Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah). Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan. Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri. Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). 1. Ahlussunnah: Rukun Islam kita ada 5 (lima) a) Syahadatain b) As-Sholah c) As-Shoum d) Az-Zakah e) Al-Haj Syiah: Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda: a) As-Sholah b) As-Shoum c) Az-Zakah d) Al-Haj e) Al wilayah 2. Ahlussunnah: Rukun Iman ada 6 (enam) : a) Iman kepada Allah b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya c) Iman kepada Kitab-kitab Nya d) Iman kepada Rasul Nya e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah. Syiah: Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)* a) At-Tauhid b) An Nubuwwah c) Al Imamah d) Al Adlu e) Al Ma’ad 3. Ahlussunnah: Dua kalimat syahadat Syiah: Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu
anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka. 4. Ahlussunnah: Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan. Syiah: Percaya kepada dua belas imam- imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka. 5. Ahlussunnah: Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah : a) Abu Bakar b) Umar c) Utsman d) Ali Radhiallahu anhum Syiah
: Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka). 6. Ahlussunnah: Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi. Syiah: Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi. 7. Ahlussunnah: Dilarang mencaci-maki para sahabat. Syiah: Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah. 8. Ahlussunnah: Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin. Syiah: Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan. 9. Ahlussunnah: Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah : a) Bukhari b) Muslim c) Abu Daud d) Turmudzi e) Ibnu Majah f) An Nasa’i (kitab-kitab tersebut beredar dimana- mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia). Syiah: Kitab-kitab Syiah ada empat : a) Al Kaafi b) Al Istibshor c) Man Laa Yahdhuruhu Al Faqih d) Att Tahdziib (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah). 10. Ahlussunnah: Al-Qur’an tetap orisinil Syiah
: Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah). 11. Ahlussunnah: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya. Syiah: Surga diperuntukkan bagi orang- orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah. 12. Ahlussunnah: Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya. Syiah: Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti di akhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain. Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait. Keterangan
: Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian. 13. Ahlussunnah: Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. Syiah
: Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib. 14. Ahlussunnah: Khamer/ arak tidak suci. Syiah: Khamer/ arak suci. 15. Ahlussunnah: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci. Syiah: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan. 16. Ahlussunnah: Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. Syiah: Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri). 17. Ahlussunnah: Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Syiah: Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya). 18. Ahlussunnah: Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i. Syiah: Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun. 19. Ahlussunnah: Shalat Dhuha disunnahkan. Syiah: Shalat Dhuha tidak dibenarkan. (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha). Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini. Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan- perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap). Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya). Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan di atas adalah agar masyarakat memahami benar- benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang- cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama). Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar- benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu). Oleh karena itu, sebagian besar orang- orang yang masuk Syiah adalah orang- orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah. Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu
pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah di daerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi. Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita. Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin. Sumber:”Albayyinat.net”

MATERI HITAM MATAHARI


Materi Gelap di Matahari? Spektroskopi neutrino bisa memeriksa
keberadaan materi gelap di Matahari Bukti tentang adanya materi gelap berasal dari obyek-obyek besar, mulai dari yang berkaliber
galaksi sampai ke struktur alam semesta itu sendiri.
Namun sebuah naskah yang dipublikasikan di
Science mengindikasikan bahwa kita bisa melihat
pada sesuatu yang lebih kecil dan lebih dekat yaitu
Matahari, jika kita mau mulai mencari tahu seperti apa gambaran materi gelap itu. Karena materi gelap
berinteraksi melalui gravitasi, Matahari memiliki
konsentrasi gravitasi terbesar di sekitar kita, dan
naskah tersebut mengargumentasikan bahwa materi
tambahan seharusnya mempengaruhi produksi
neutrino dengan cara yang bisa dideteksi. Naskah itu merupakan suatu Brevia (laporan pendek)
dan teksnya bahkan tak sampai satu halaman penuh,
tapi naskah tersebut mengintisarikan banyak
informasi ke dalam halaman pendek itu.
Pengarangya menunjukkan bahwa gravitasi
Matahari akan menangkap materi gelap ketika bergerak melalui Bima Sakti dan dengan adanya
partikel-partikel materi gelap ini di Matahari,
setidaknya menimbulkan tabrakan-tabrakan lemah
dan jarang dengan materi biasa. Partikel-partikel itu
akhirnya akan terakumulasi di inti Matahari yang
kemudian akan mempengaruhi reaksi fusi yang terjadi. Menurut pemetaan Matahari saat ini, reaksi-reaksi
berbeda terjadi pada kedalaman berbeda, dan hal ini
akan bermuara pada distribusi neutrino yang tak
sama yang dihasilkan oleh reaksi-reaksi ini. Materi
gelap akan mengubah lokasi-lokasi reaksi ini dan
menyebabkan perbedaan yang bisa dideteksi pada aliran neutrino yang keluar dari Matahari. Saat ini kita
belum memiliki perangkat keras untuk mendeteksi
perbedaan-perbedaan ini, tapi para peneliti
mengatakan bahwa mereka akan segera memiliki
observatorium neutrino. Perlu diperhatikan bahwa pemetaan materi gelap
surya yang mereka gunakan mengandung beberapa
asumsi di luar interaksi dengan materi biasa, seperti
massa partikel-partikel itu sendiri dan
kemampuannya untuk saling menghilangkan satu
sama lain dalam tabrakan. Namun para peneliti menunjukkan betapa berubahnya asumsi-asumsi ini
bisa menghasilkan hasil yang signifikan berbeda. Hal
in berarti bawa walaupun eksperimen yang akan
dilakukan tidak menyediakan bukti yang
meyakinkan tentang materi gelap, setidaknya
mereka bisa mengemukakan beberapa pemetaan seperti apa sebenarnya partikel-partikel materi gelap
itu. http://dx.doi.org/10.1126/science.1196564
Sumber:sainspot.blogspot.com

MISTERI LUBANG HITAM DI LANGIT


Astronom Kalkulasi Massa Lubang
Hitam Terbesar Berukuran 6,6 milyar massa tata surya,
lubang hitam di pusat galaksi M87 merupakan
lubang hitam terbesar di mana massa
persisnya telah diukur. Dengan menggunakan Teleskop Frederick C. Gillett
Gemini di Mauna Kea, Hawaii, satu tim astronom
mengkalkulasi massa lubang hitam tersebut, yang
lebih besar dari lubang hitam yang berlokasi di pusat
Bimasakti, yang berukuran sekitar 4 juta massa tata
surya. Astronom Karl Gebhardt dari Universitas Texas,
Austin, mempresentasikan hasil penelitian tim
tersebut pada hari Rabu, 12 Januari, dalam
pertemuan ke-217 Perhimpunan Astronomi Amerika.
Dia mengatakan bahwa horison lubang hitam
tersebut, yang berukuran 20 milyar km, empat kali lebih besar dari orbit Neptunus dan tiga kali lebih
besar dari orbit Pluto. Dengan kata lain, lubang hitam
tersebut dapat “menelan” keseluruhan sistem tata
surya kita. Sebelumnya para astronom telah memperkirakan
massa lubang hitam tersebut sekitar 3 milyar masa
tata surya, jadi hasil mereka agak mengejutkan.
Untuk mengkalkulasi massa lubang hitam itu, para
astronom mengukur seberapa cepat bintang-bintang
di sekitar mengorbit lubang hitam tersebut. Mereka menemukan bahwa, rata-rata bintang-bintang
tersebut mengorbit dengan kecepatan hampir 500
km per detik (sebagai perbandingan, matahari
mengorbit lubang hitam di pusat galaksi Bimasakti
sekitar 220 km per detik). Dari pengamatan ini, para
astronom bisa menyimpulkan perkiraan yang paling akurat dari massa lubang hitam yang super besar ini. Para astronom menganggap bahwa lubang hitam
M87 bertumbuh menjadi sangat besar dengan cara
bergabung dengan beberapa lubang hitam lainnya.
M87 merupakan galaksi terbesar di alam semesta
dekat, dan diperkirakan terbentuk oleh
penggabungan kurang lebih 100 galaksi-galaksi yang lebih kecil. Walaupun lubang hitam tersebut berlokasi sekitar 50
juta tahun cahaya, dia dianggap sebagai tetangga
kita dalam perspektif kosmologi. Oleh karena ukuran
besar dan kedekatan relatifnya, para astronom
menganggap bahwa itu merupakan lubang hitam
pertama yang benar-benar dapat mereka “lihat”. Sejauh ini, tak ada seorangpun yang pernah
menemukan bukti pengamatan langsung lubang-
lubang hitam. Keberadaan mereka disimpulkan dari
bukti tak langsung, khususnya bagaimana mereka
mempengaruhi sekitar mereka. Lubang hitam M87 mungkin tidak akan lama
mempertahankan gelarnya, karena para astronom
berencana untuk melanjutkan mencari dan
mengkalkulasi ukuran-ukuran banyak lubang hitam
lainnya. Salah satu proyek yang direncanakan
melibatkan penghubungan teleskop-teleskop dari seluruh dunia untuk mengamati alam semesta pada
panjang gelombang yang lebih pendek dari 1
milimeter. Hal ini mungkin akan memperkenankan
para ilmuwan untuk mendeteksi bayangan hitam
dari lubang hitam M87 horison. Hal tersebut mungkin
juga memperkenankan para ilmuwan untuk mengkalkulasi ukuran lubang hitam lain yang
berlokasi di sebuah galaksi sekitar 3,6 milyar tahun
cahaya. Informasi lebih lanjut bisa ditemukan di http://
news.sciencemag.org/sciencenow/2011/01/the-
solar-system-swallower.html.

NAMA AHMAD DI DALAM AL-KITAB/INJIL


“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yg (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu- belenggu yang ada pada mereka a]. Maka orang- orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yg terang yg diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yg beruntung. (QS.Al A’raaf : 157)
“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.””. (QS. Ash Shaff : 6) Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahwa akan ada seorang nabi yang akan datang sesudah kenabian Isa AS dengan nama ‘Ahmad’ yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil (Alkitab) yaitu kitab yang sekarang menjadi pegangan umat Kristiani. Tetapi nama ‘Ahmad’ tidak kita temukan secara langsung dalam Alkitab yang ada sekarang, hal ini bisa terjadi karena memang tidak ditemukan lagi Alkitab yang berbahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani, atau mungkin karena ada kesalahan penulisan dan penterjemahan. Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita
ketahui, bahasa yang dipergunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnya adalah bahasa Ibrani, begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa AS juga dalam bahasa
Ibrani. Dengan demikian nubuat-nubuat yang ada dalam Injil kalau kita kembalikan ke dalam bahasa Ibrani, nama Ahmad akan muncul sangat nyata dengan sendirinya. Begitu juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama Ahmad juga akan muncul dengan sendirinya. Sang HIMADA adalah AHMAD Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad” adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur, jatuh terpuruk, dan diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagian yang lain berada dalam kesedihan yg memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman.
Pada saat itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji Allah bahwa akan diutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari keterpurukan :
”Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah”. Hagai 2:7 Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel adalah Himada, bangsa Israel tentu menunggu sang Himada segera datang agar bangsanya segera bangkit dari keterpurukan. Namun sayang seribu sayang bangsa Israel tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seorang nabi yang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata sifat yang abstrak sesuai arti Himada dalam bahasa mereka yaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan pujian.
Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :”And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts”. Hagai 2:7
Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.
Perlu diketahui, terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik ke dalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya adalah mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, sehingga tidak aneh kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam Alkitab. Sekarang mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris :”Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Hagai 2:8
Lihatlah kata desire dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi barang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak distorsi dari Inggris ke Indonesia, sehingga makin tersembunyilah nama Ahmad dalam Alkitab. Sebagai informasi tambahan, kalau kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam Alkitab berbahasa Indonesia tercatat dalam Hagai 2:8 tentu saja selisih satu ayat ini perlu dipertanyakan penyebabnya. Tetapi kalau Alkitab yang berbahasa Inggris kita terjemahkan ke dalam bahasa Yahudi atau Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini :“ve yavu himdath kol haggoyim”
Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dlm bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab: Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H- M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi : H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yg ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab. PARAKLÊTOS adalah AHMAD Bangsa Israel/Yahudi melihat nabi Isa AS ternyata bukanlah nabi yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapat mengangkat bangsa Israel/Yahudi dari keterpurukan. Oleh karena itulah Bani Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan Haggai ?. Suatu ketika Yesus berpidato kepada kaumnya, memberitakan akan ada nabi lain yg akan diutus sesudah dirinya, menurut Yesus kedatangan nabi tersebut tidak akan lama lagi. Pidato Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Yesus ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut baru dicatat enampuluh (60) tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunani oleh orang yang mengaku bernama Yohanes :“Kago erotao tou pater kai allos parakletos didomi humin hina meta hu mon eis tou aion eimi” Yohanes 14:16
Kata Parakletos mempunyai beberapa arti yaitu : mengagungkan, memuji dan penolong, dan kalau kata
Parakletos diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida. Kalau kata Hamida yang disebut oleh Yesus diartikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan pidato Yesus adalah seperti berikut ini :”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”. Yohanes 14:16
Tetapi kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikan sebagai sebuah nama yang konkrit maka terjemahannya adalah seperti berikut ini :”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”. Yohanes 14:16
Maka pidato Yesus tersebut senada dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :”Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai bani Israil,….(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad “. QS. 61:6
Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa Ibrani dan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah berasal dari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai arti yang sama yaitu terpuji, dan senada pula dengan makna Perikletos.
Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak atau riil, jika kita kembalikan ke dalam bahasa Yesus yaitu Ibrani, maka nama Ahmad akan nampak lagi. KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD Sesuatu yang sangat menarik adalah, tidak ada seorangpun yang bernama Ahmad atau Muhammad sejak nabi Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seorang anak dari Abdullah dan Siti Aminah. Hal ini bukanlah kebetulan yang direkayasa kalau Siti Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata sebagai takdir Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti ke-Agungan rencana- Nya. Sumber : 1. Perjanjian Baru Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
2. Konkordasi Perjanjian Baru – LAI
3. “Muhammad in the bible”, MENGUAK MISTERI MUHAMMAD, Prof. David Benjamin Keldani diterbitkan di Indonesia oleh Sahara Publishers Cetakan ke : 11 Mei 2006. dan “WHAT EVERY CHRISTIAN & JEW SHOULD KNOW” TENTANG SANG PENCIPTA, KITAB SUCI & NABI- NABI, PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI BD. Alih Bahasa Oleh: HW.Pienandoro SH keterangan : a] Maksudnya: dalam syari’at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari’atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang di sengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis. – (dari : Al Qur’an terjemah Depag) [dari : al-islahonline.com – Seluruh artikel di dalam situs ini boleh disebar-luaskan demi kepentingan Da’wah dengan mencantumkan sumbernya – Kontak : admin@al-islahonline.com] “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”. (QS.Al Baqarah : 146) note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 036/th.04/Dzulhijjah-Muharram 1428H/2008M

SULTAN SAHALUDDIN AL-AYYUBI SANG PENAKLUK YERUSSALEM BAG: 4(TAMAT)


SULTAN SAHALUDDIN AL-AYYUBI SANG PENAKLUK YERUSSALEM
ssalamu alaikum wr wb.
……..Sementara itu suasana yang tidak menentu dan
kelemahan Malikus Saleh memberi angin kepada
Tentara Salib Perancis dar Yerussalem untuk
menyerang Damaskus yang selama ini dapat ditahan
oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah
berani, Jenderal Syirkuh. Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo,
dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara
Perancis dibawah pimpinan Baldwin IV. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota
kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk meninggalkan
kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat
besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah
Shalahuddin al-Ayyubi yang segera datang ke
Damaskus dengan sebuah pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu. Setelah berhasil menduduki Damaskus ia tidak terus
memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud,
melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat
Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku
Malikus Saleh, dan mengajukan tuntutan kepada
Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas
nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh
meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan
Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia
Barat. Shalahuddin menyatukan Syria dengan Mesir dan
membangun Dinasty Al-Ayyubiyah dengan beliau
sendiri sebagai sultannya yang pertama. Tidak lama
kemudian, Sultan Shalahuddin dapat menggabungkan
negeri-negeri An-Nubah, Sudan, Yaman, Maghrib,
Mousul dan Hijaz ke dalam kekuasaannya yang besar. Negara di Afrika yang telah diduduki oleh Laskar Salib
dari Normandia juga telah dapat direbutnya dalam
masa yang singkat. Dengan ini kekuasaan
Shalahuddin telah cukup besar dan kekuatan
tentaranya cukup banyak untuk mengusir tentara
Kristen yang menduduki Baitul Maqdis berpuluh tahun. Merebut Kota Yerussalem Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian
sepenuhnya terhadap kota Yerussalem yang diduduki
Pasukan Salib Templar dengan kekuatan melebihi
enam puluh ribu prajurit. Siasat yang mula-mula
dijalankannya adalah mengajak Tentara Salib Templar
untuk berdamai. Pada lahirnya, Kaum Salib mengira bahwa Shalahuddin telah menyerah kalah, lalu
mereka menerima perdamaian ini dengan sombong. Sultan sudah menyangka bahwa orang-orang Kristen
itu akan mengkhianati perjanjian, maka hal ini akan
menjadi alasan bagi beliau untuk melancarkan
serangan. Untuk itu, beliau telah membuat persiapan
secukupnya. Menurut ahli sejarah Perancis Michaud:
“Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk
memulai lagi peperangan.” Ternyata dugaan Sultan Shalahuddin tidak meleset,
baru sebentar perjanjian ditandatangani, Kaum Salib
telah mengadakan pelanggaran. Penguasa Nasrani
Renanud atau Count Rainald de Chatillon penguasa
Benteng Akkra menyerang suatu kafilah Muslim yang
lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya. Maka Sultan Shalahuddin, segera bergerak
melancarkan serangan kepada Pasukan Salib yang
dipimpin oleh Count Rainald de Chatillon dan Baldwin
IV Raja Yerussalem, tapi kali ini masih gagal dan
beliau sendiri hampir tertawan. Perang ini terkenal
dengan nama Battle of Montgisard yang terjadi pada tahun 1177. Beliau mengadakan gencatan senjata dan
kembali ke markasnya serta menyusun kekuatan
yang lebih besar. Suatu kejadian yang mengejutkan Sultan adalah Count
Rainald de Chatillon yang bergerak dengan
pasukannya untuk menyerang kota Suci Makkah dan
Madinah. Akan tetapi pasukan ini hancur binasa
digempur mujahid Islam di laut Merah dan Count
Rainald dan sisa pasukannya kembali ke Yerussalem. Dalam perjalanan, mereka berjumpa dengan satu
iring-iringan kafilah kaum Muslimin yang didalamnya
terdapat seorang saudara perempuan Sultan
Shalahuddin. Tanpa berpikir panjang, Count Rainald
dan prajuritnya menyerang kafilah tersebut dan
menawan mereka, termasuk saudara perempuan Shalahuddin. Dengan angkuh Count Rainald berkata: “Apakah
Muhammad, Nabi mereka itu mampu datang untuk
menyelamatkan mereka?”. Seorang anggota kafilah
yang dapat meloloskan diri terus lari dan melapor
kepada Sultan Shalahuddin tetang apa yang telah
terjadi. Sultan sangat marah terhadap pengkhiatan gencatan senjata itu dan mengirim perutusan ke
Yerussalem agar semua tawanan dibebaskan. Tapi
mereka tidak memberikan jawaban. Buntut kejadian
ini, Sultan keluar membawa pasukannya untuk
menghukum kaum salib yang sering mengkhianati
janji itu dengan mengepung kota Tiberias. Maka terjadilah pertempuran yang sangat besar di gunung
Hittin sehingga dikenal dengan Perang Hittin. Pasukan
Salib dipimpin oleh Rainald de Chatillon dan Raja Guy
de Lusignan, Raja Yerussalem sesudah kematian
Baldwin IV (1185). Dalam pertempuran ini Tentara Salib Templar yang
berjumlah 45.000 orang ini tidak sanggup menahan
serbuan pasukan Sultan Shalahuddin dan menyerah
pada tahun 1187. Seluruh Pasukan Salib hancur binasa
dan hanya tinggal beberapa ribu saja yang sebagian
besarnya menjadi tawanan termasuk Count Rainald de Chatillon sendiri. Pasukan Salib yang tertawan
diperlakukan dengan sangat baik oleh Shalahuddin. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin
dalam memperlakukan Tentara Nasrani itu
merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti
langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan
secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin
ketika dikalahkan oleh Tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya. Setelah pertempuran ini, dua pemimpin Tentara Salib,
Count Rainald de Chatillon yang telah menawan
saudara perempuan Sultan dan mengejek Nabi
Muhammad, dan Guy de Lusignan dibawa ke hadapan
Salahuddin. Beliau menghukum mati Rainald de
Chatillon, yang telah begitu keji karena kekejamannya yang hebat yang ia lakukan kepada orang-orang
Islam dan penghinaannya kepada Nabi Muhammad.
Namun beliau membiarkan Guy de Lusignan pergi,
karena ia tidak melakukan kekejaman yang serupa.
Palestina sekali lagi menyaksikan arti keadilan yang
sebenarnya. Kekalahan tentara salib ini berdampak besar
terhadap kekuatan tentara Islam. Sebaliknya, tentara
salib semakin lemah, karena yang ditawan bukan
saja prajurit biasa, melainkan juga panglima-
panglimanya, Guy dan Reginald. Oleh karena itu,
penaklukkan kota-kota lainnya, seperti benteng Tabariyyah, Akkra, Al-Nasiriyyah, Qisariyah, Haifa,
Saida, dan Beirut dilakukan dengan mudah, dan
merupakan kulminasi atau puncak reputasi
Salahuddin yang makin ditakuti oleh pihak salib Tiga bulan setelah pertempuran Hittin, dan pada hari
yang tepat sama ketika Nabi Muhammad SAW
diperjalankan dari Mekah ke Yerussalem untuk
perjalanan mi’rajnya ke langit, Salahuddin
memasuki Yerusalem dan mengepungnya selama
empat puluh hari. Hal ini membuat penduduk di dalam kota itu tidak dapat berbuat apa-apa dan kekurangan
makanan. Waktu itu Yerussalem dipenuhi dengan
kaum pelarian dan orang-orang yang selamat dalam
Perang Hittin. Tentara pertahanannya sendiri tidak
kurang dari 60.000 orang yang terdiri dari Kesatria
Templar. Sumber: Posting bro Harris dalam bluefame